Sejarah Panjang Kawasaki Ninja, Malengenda Di Indonesia



 Sejarah Panjang Kawasaki Ninja, Melegenda di Dunia dan Indonesia
         PADANG, SO-Kalangan pecinta motor sport di Indonesia tentu tidak asing lagi dengan nama Ninja. Karena ketika mendengarnya, terbesit sebuah motor sport tangguh dari pabrikan motor asal Jepang, Kawasaki.
       Namun apakah diantara anda ada yang tahu berapa umur Ninja sebenarnya? Karena setelah malang-melintang di industri motor dunia, di tahun 2010 nama Ninja pun tak terasa telah memasuki umur lebih dari seperempat abad, persisnya 26 tahun.
       Kawasaki memulai petualangan Ninja lewat GPz900R (ZX900A) pada tahun 1984 silam. Dan sejak pertama kali diperkenalkan, varian ini seolah berhasil mencuri hati penggemar motor sport, tidak hanya dari tampilannya yang rupawan, namun juga dari sisi performa yang tangguh.
Berbekal mesin berkapasitas 908 cc, Kawasaki menghentak dunia. Karena mesin yang dapat menyemburkan tenaga hingga 115 horsepower (hp) tersebut dapat berakselerasi dari diam sampai 450 meter hanya dalam waktu 10.55 detik saja dengan kecepatan puncak yang mengagumkan yakni mencapai 250 km/jam. Tidak hanya itu, fenomena Ninja pun terus berlanjut ketika Kawasaki dengan beragam inovasi menyuguhkan tipe-tipe Ninja yang lainnya mulai dari ZX-6R, ZX-7, ZX-9, ZX-10, ZX-12, hingga ZX-14.
       Tapi, itu untuk pasar global seperti Amerika, Eropa dan Jepang. Sementara untuk Asia Tenggara terutama Indonesia, Kawasaki mencoba masuk dan menyesuaikan diri dengan kapasitas mesin yang lebih kecil yakni hanya 150 cc saja. Namun, meskipun memiliki kapasitas mesin kecil, Ninja 150 cc ternyata masih dapat menjadi fenomena di Asia Tenggara.
       Nama Kawasaki Ninja 150R sudah melegenda di semua lintasan, baik trek balap, maupun trek jalan raya di Indonesia. Sejak kehadiran produk unggulan Kawasaki ini di tanah air, populasinya terus bertambah banyak.
        Diajang balap roda race, sebelum kelas 150 tune-up ditutup, Kerry 'Bob' Hutama disegani lawan dengan Ninja 150. Di grasstrack dan drag bike sampai saat ini masih lumayan banyak penggunanya. Belum lagi komunitas yang tersebar di kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Balikpapan, Samarinda sampai Sumbar.
      Tak berlebihan rasanya, Ninja 150 jadi sosok motor sport dua langkah terkencang yang masih diproduksi saat ini. "Kita masih jamin kalau Ninja tetap lulus uji emisi Euro II. Ini hasil aplikasi teknologi ramah lingkungan," beber Reiner Sitorus, Technical Service Manager, PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI), Jakarta.
"Meski sudah keluar varian lainnya dengan kapasitas mesin lebih besar seperti Ninja 250R bermesin 4-tak, namun Ninja 150RR masih banyak diminati pembeli di Sumbar," tambah Ir Thomas Nauli, Direktur PT Lautan Rezeki Jayawisesa, dealer Kawasaki yang buka showroom di Jalan Veteran No.8BCD, Padang.
Pantas saja meski Ninja sampai saat ini sudah 12 tahun mengaspal, namun tetap dilirik pemakai. Bahkan bekasnya masih tetap laku. Untuk itu, kita buka sejarah tiap generasinya sebagai panduan.
Generasi 1996-1997
      Ini awalnya Kawasaki Ninja 150 diproduksi di Indonesia meski mayoritas komponen masih dipasok dari Kawasaki Thailand. Di tahun 1996, Ninja punya ciri mendasar dengan pelek jari-jari, lampu bulat dan cakram depan.
Setahun kemudian, setelah peluncuran Ninja 150 sedikit berubah dengan sebutan Ninja 150R. Ninja 150R menggunakan cakram depan-belakang dan pelek jari-jari. Ini disebut Ninja 150 yang memang lebih mahal.
      Meski selisih setahun, Ninja 150 waktu itu berbeda dari kode produksi. Keluaran 1996 punya kode produksi KR150C dan yang 1997 ditandai KR150J. Tapi, kode mesin sama, yakni 1855. Pada generasi ini Ninja 150 menggunakan karburator Keihin PWL 26 sampai produksi September 2006. Ukuran pilot-jet 45, main-jet 132 dan kode jarum skep F33 45H dipakai sampai September 2006.
Generasi 2002
      Kawasaki atau biasa disingkat Kawak, menambah varian Ninja 150R dengan memasukkan Ninja 150RR ditahun 2002. Saat itu Ninja 150RR murni masih built-up atau import from Thailand dengan kode produksi KR150K. Perbedaannya dengan Ninja 150R, Ninja 150RR menggunakan teknologi KIPS.
      KIPS adalah teknologi katup tambahan diblok silinder. Berfungsi menahan sisa gas buang di putaran bawah supaya tidak terlalu blong. Teknologi ini membantu putaran atas supaya gas buang dilepas maksimal. Nama komponen penggeraknya Super KIPS. Jadi, KIPS di 2002 sama juga dengan versi Super KIPS diera 2006. Selain KIPS, Ninja 150RR juga sudah menggunakan fairing. Frame atau rangka juga sudah bulat (tidak kotak lagi). Lengan ayun pun menggunakan teknologi stabiliser atau tiang tambahan diswing-arm untuk keseimbangan saat suspensi belakang bekerja.
Ninja 150RR dipasok karbu beda merek dan lebih besar ukuran venturinya dibanding Ninja 150R. Ninja 150RR mengaplikasi Mikuni VM28 sampai saat ini. Begitu juga dengan pilot-jet 22,5, main-jet 270, dan jarum skep 5EJ4-2 yang tidak berubah.
     "Pilot-jet diseting ukurannya lebih kecil dibanding Ninja 150R untuk putaran menengah atas," tambah Freddyanto Basuki, Marketing Research, PT KMI. Di tahun ini kode mesin berubah. Untuk semua varian Ninja 150, kode mesinnya 1878.
Generasi 2006
      Ditahun ini generasi Kawak Ninja 150, 150R dan Ninja 150RR berubah total. Inovasi yang paling jelas semua varian Ninja 150 sudah aplikasi Super KIPS (Super Kawasaki Integrated Powervalve System), catalytic converter, dan HSAS (High Performance Secondary Air Sistem).
      Dua teknologi terakhir di atas berkaitan untuk menekan emisi gas buang. HSAS menggunakan mekanisme valve alias katup yang fungsinya menyemprotkan udara segar atau oksigen ke lubang buang. Valve akan membuka dan menyemprotkan udara segar saat mesin di putaran bawah.
     Ditahun 2006 kode mesin semua generasi Ninja 150 berubah jadi 1855 seperti generasi awal kemunculan Ninja 150. Untuk Ninja 150 dan Ninja 150RR di Oktober 2006 mengadopsi Keihin PWL 26 sampai sekarang. Main-jet jadi ukuran 138 dan jarum skep berubah kode jadi N5LD. Jarum diklaim lebih tirus dibanding jenis sebelumnya.
       Itulah sejarah panjang Ninja di Indonesia yang melegenda sampai sekarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar